Tampilkan postingan dengan label Sistem Reproduksi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Reproduksi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2009

Pemencaran Tumbuhan

Pemencaran Pada Tumbuhan
Tumbuhan memperluas daerah distribusinya dengan cara memencar alat-alat perkembangbiakan vegetative maupun generative. Pemencaran ini dapat terjadi secara aktif, yaitu tanpa bantuan factor dari luar , maupun secara pasif dengan bantuan factor dari luar.
A. Pemencaran Tumbuhan Tanpa Bantuan Faktor Luar
Cara pemencaran ini dinamakan pula pemencaran mekanik. Pemencaran ini disebabkan oleh proses yang terjadi pada organism itu sendiri sehingga jarak pemencarannya tidak begitu jauh dari induknya. Pemencaran tanpa bantuan factor luar dapat dilakukan melalui pertumbuhan bagian vegetatif, mekanisme letupan, dan gerak higroskopis.
1) Pemencaran melalui Pertumbuhan Bagian Vegetatif
Bagian vegetatif yang biasanya digunakan dalam pemencaran tumbuhan adalah akar, batang, daun, dan buah beserta modifikasinya. Bagian vegetatif ini tidak memungkinkan penyebaran yang luas, misalnya
• Stolon atau Geragih
→ Batang yang menjalar di atas tanah, Tunas tumbuh di sepanjang batang. Contoh : pada rumput teki, pegagan, rumput gajah, strawberi.
• Umbi Batang
→ Bagian batang yang digunakan untuk menyimpan makanan umbi, ini mempunyai banyak tunas, bila keadaan lingkungan cocok, mata tunas akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contoh : kentang.
• Umbi Lapis
→ Merupakan batang dengan ruas-ruas yang sangat pendek dan sangat rapat. Pada setiap ruas terdapat lapisan sisik yang merupakan modifikasi dari daun. Contoh : bawang merah, bakung, tulip, leli.

• Akar Rimpang atau Akar Tinggal (Rizom)
→ Merupakan batang yang menjalar di bawah permukaan tanah. Contoh : beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe, dahlia.

2) Pemencaran melalui Mekanisme Letupan
Mekanisme pemencaran letupan umumnya dilakukan oleh tumbuhan polong-polongan, seperti turi. Tanaman lainnya misalnya jarak (Ricinus communis), bunga keembung, dan karet (Hevea brasiliensis) juga melakukan pemencaran dengan cara ini. Melalui mekanisme pemencaran ini, buah akan pecah melontarkan buah ataupun sporanya.

3) Pemencaran melalui Mekanisme Gerak Higroskopis
Mekanisme pemencaran ini juga berupa letupan, namun terjadinya jika dalam kondisi basah. Contoh tumbuhan yang melakukan pemencaran seperti ini adalah pacar air dan kapsul spora pada lumut.

B. Pemencaran Tumbuhan dengan Bantuan Faktor Luar
Pemencaran tumbuhan dapat pula dibantu oleh factor luar. Alat pembiakan tumbuhan yang pemencarannya dibantu oleh factor luar tersebut biasanya memiliki beberapa modifikasi yang mendukung proses pemencaran tersebut. Berdasarkan factor yang menjadi perantara dalam penyebarannya, pemencaran jenis ini dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu berdasarkan bantuan angin, bantuan air, bantuan hewan, dan bantuan manusia.
1) Pemencaran dengan Bantuan Angin (Anemokori)
Anemokori (Anemos berarti angin dan chorein berarti penyebaran) akan berlangsung efektif jika alat kembang biak yang dipencarkan mengalami modifikasi yang mendukung gerak pemencaran. Berdasarkan modifikasi alat kembang biak tersebut, pemencaran secara anemokori dilakukan dengan cara berikut.
• Buah dan Biji Bersayap
Struktur buah dan biji bersayap memungkinkan biji dipencarkan lebih jauh. Biasanya gerak pemencaran kelompok biji ini dengan cara meluncur dan memutar. Tumbuhan yang melakukan cara ini diantaranya adalah pinus, mahoni (Sweitenia mahagoni), angsana (Pterocarpus sp.), mapel, damar (Agathis alba), meranti (Shorea sp) dan tanaman suku Dipterocarpaceae.
• Buah dan Biji Berjambul
Jambul pada buah merupakan alat tambahan hasil perluasan kulit buah yang berguna untuk melayang pada saat jatuh sehingga dapat terpencar lebih jauh. Jambul tersebut dapat berupa rambut jambut (pappus), misalnya pada aster dan Gerbera, ataupun berupa rambut wol, misalnya pada kapas.
• Biji Serbuk dan Spora
Ukuran biji dan spora yang sangat kecil memungkinkan alat perkembangbiakan ini terbawa angin sampai ke tempat yang jauh. Contoh tumbuhan yang melakukan pemencaran ini adalah jamur dan anggrek.
• Rumput Gulung
Istilah “rumput gulung” digunakan untuk menggambarkan pemencaran berupa tercabutnya biji dalam buah atau perbungaan yang bergulung-gulung di permukaan tanah akibat tiupan angin yang mengakibatkan biji terpencar sepanjang daerah yang dilaluinya. Tumbuhan yang melakukan pemencaran ini adalah rumput grinting (Spinifex sp.) yang hidup di pantai.
• Pedupaan
Mekanisme pemencaran jenis ini untuk menggambarkan keluarnya biji-bii dari buah yang berlubang akibat bergoyangnya buah karena bertiup angin. Buah opium (Popover somniferum) dan Aristolochia merupakan contoh tumbuhan yang memencarkan bijinya melalui pedupaan.
2) Pemencaran dengan Bantuan Air (Hidrokori)
Alat perkembangbiakan yang sesuai untuk pemencaran dengan bantuan air ini adalah yang mempunyai berat jenis biji lebih kecil daripada air dan memiliki pelindung bagi embrionya sehingga selama dalam air tidak mengalami kerusakan.
Tanaman yang disebarkan dengan cara ini biasanya mempunyai struktur buah dengan 3 lapis kulit, eksokarp (lapisan terluar), licin dan berkilat dan kedap air, mesokarp (lapisan tengah), tebal dan banyak rongga udara sehingga mengapung di air, endokarp (lapisan dalam) yang keras dan kuat sebagai pelindung lembaga/embrio.
Contoh tumbuhan yang dipencarkan dengan bantuan air adalah kelapa (Cocos nucifera), tanaman bakau (Baringtonia sp.), nyamplung (Calophyllum sp.), Vallisneria spiralis, dan teratai (Lotus sp.). Alat perkembangbiakan yang dihanyutkan air tidak hanya berupa buah, tetapi juga dapat berupa tunas (anak) yang terpisah dari induknya dan kemudian terapung, misalnya eceng gondok (Eichornis crassipes).
3) Pemencaran dengan Bantuan Hewan (Zookori)
Pada pemencaran ini, alat perkembangbiakan mungkin menempel pada bagian luar tubuh hewan (epizookori) atau dimakan kemudian dikeluarkan besama-sama feses (endozookori).
Alat perkembangbiakan yang dipencarkan dengan cara epizookori mempunyai cirri-ciri khusus seperti memiliki penait, duri-duri, dan rambut yang keras dan runcing. Contoh tumbuhan yang dipencarkan secara epizookori adalah rumput jarum (Andropogon aciculatus) dan pulutan (Polanisia viscosa). Alat perkembangbiakan yang dipencarkan secara zookori dapat dikelompokkan berdasarkan kelompok binatang yang memencarkannya.
• Entomokori
Pemencaran ini dilakukan dengan perantaraan serangga. Pemencaran ini biasanya terjadi pada tumbuhan yang bijinya kecil dan mengandung lemak sehingga menarik serangga, misalnya wijen (Sesamum sp., dan tembakau (Nicotiana tabacum).
• Ornitokori
Pemencaran ini dilakukan dengan perantara burung. Ciri-ciri tumbuhan yang pemencarannya secara ornitokori adalah memiliki biji yang tidak dapat dicerna burung dan dikeluarkan bersama kotoran, misalnya beringin, benalu (Loranthus sp.), dan kersen (Muntingia calabura).
• Kiropterokori
Pemencaran ini dilakukan dengan perantara kelelawar. Ciri-ciri tumbuhan yang pemencarannya secara kiropterokoti adalah biji tidak dapat dicerna dan buah memiliki aroma yang harum, misalnya apel dan sawo.
• Mamakori
Pemencaran ini dilakukan oleh hewan menyusui seperti musang. Contoh tanaman yang pemencarannya secara mamakori adalah kopi (Coffes sp.) dan pupulutan (Urena lobata).
4) Pemencaran dengan Bantuan Manusia (Antropokori)
Manusia secara sengaja atau tidak sengaja dapat memncarkan alat perkembangbiakan tumbuhan. Sebagai contoh manusia secara sengaja mendatangkan kina dari Amerika Selatan, kopi dan kelapa sawit dari Afrika ke Indonesia. Secara tidak sengaja, manusia memakan buah yang bijinya tidak tercerna dan dikeluarkan bersama kotoran, dapat pula biji rumput-rumputan yang menempel pada baju/celana.

Reproduksi Generatif


Perkembangbiakan pada Angiospermae

Angiospermae merupakan kelompok tumbuhan berbiji tertutup karena bakal bijinya ditutupi oleh buah. Bagian bunga yang berfungsi sebagai organ reproduksi adalah benang sari dan putik.
1. Perkemabangan Benang sari
benangsari atau stamen terdiri dari kepala sari dan tangkai sari. Umumnya kepala sari mempunyai dua ruang (teka). Masing- masing ruang sari terdiri dari dua ruangan kecil yang disebut kantug sari atau microsporangium. Microsporangium mengandung sel sel induk mikrospora yang melakukan meiosis hingga mwmbwntuk empat sel mikrospora dan masing – masing dari sel mikrospora mengadakan pembelahan mtosis sehingga dihasilkan gametofit jantan / serbuk sari.
Di dalam sebuk sari terdapat sel buluh ( sel vegetatif ) dan sel generatif. Sel generatif ini akan menjadi sperma apabial terjadi penyerbukan.

2. Perkembangan Putik
Putik ( alat kelamin betina ) terdiri dari kepala putik, tangkai putik dan bakal buah. Putik terdiri dari kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah. Bagian putik yang berperan langsung terhadapa reproduksi adalah bakal buah.
Di dalam bakal buah terdapat bakal biji (kantung lemabaga), bakal biji terdiri dari kulit bakal biji (integumen), badan bakal biji (nusellus/ megasporangium) dan liang bakal biji (mikrofil).
Didalam megasporangium terdapat sel induk kantung lebaga. Sel induk kantung lemabaga primer kemudian melakukan pembelahan meiosisi yang menghasilkan empat sel megaspore (n); tiga sel megaspore berdegenerasi, sedangkan satu sel lainnya berkembang menjadi inti kantung lembaga primer.
Prkembanan inti kantung lembaga primer terjadi dengan pembesaran dan pemanjangna sel megaspore.awalnya inti sel megaspore membelah secara mitosis hingga mneghasilkan dua inti. Kedua inti tersebut bergerak menuju kutub yang berlawanan . satu init bergerak mneuju mikrofil dan yang klainnya kea rah berlawanan (kalaza).
Sesamainya di kutub, setiap inti akan membelah dua kali, sehingga terentuk 8 inti. Satu inti setiap kutub akan bergerak ke rtengahdan bersatu menjadi.

3. Penyerbukan dan Pembuahan Angiospermae

Penyerbukan terjadi pada saat serbuk sari jatuh ke kepala putik. Saat serbuk sari mengadakan kontak dengan kepala optic,serbuk sari akan melakukan imbiisi (penyerapan) air dari permukaan kepala putik.
Perkecambahan serbuk sari dimulai dari pecahnya eksin, dan memanjangnya intin yang membentuk buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari akan terus memanjang kearah liang bakal biji. Di dalam buluh serbuh sari terdapat sel buluh dan sel geneatif
Sel buluh terlertak di depan sel generatif yang berfungsi sebagai penunjuk jalan menuju liang bakal biji. Sementara inti sel generatif membelah secara mitosis membentuk dua sperma. Saat dekat dengan liang bakal biji, sel buluh dan sel berdegenerasi. Kemudian dua sperma masuk ke dalam biji kantung lembaga. di dalam bakal biji terjadi penghilangan sitoplasma sperma sehingga yang tinggal hanya inti sel.
Selanjutnya inti sel sperma membuahi ovum yang berada dekat liang bakal biji dan menghasilkan zigot (2n), sebaliknya satu inti lembaga lainnya membuahi inti kantung lembaga sekunder yang akan berkembang menjadi endosperm. Oleh karena itu, pembuahan disebut pembuahn ganda.
Setelah terjadi pembuahan ovum oleh psema, maka terbentuk zigot yang kemudian berkembang menjadi embrio atau lembaga di dalam biji. Biji terdapat didalam buah. Buah yang telah matang akan menyebarkan biji. Bila biji berada pada lingkungan yang sesuai, maka biji akan berkecambah. Saat terjadi perkecambahan biji, embrio di dalamnya juga akan ikut berkecdambah. Selanjutnya kecambah akan tumbuh menjadi tumbuhan dewasa. Tumbuhan dewasa akan menghasilkan bunga dan siklus tumbuhan akan terus berlanjut.

Reproduksi Vegetatif

REPRODUKSI ASEKSUAL PADA TUMBUHAN

Reproduksi aseksual pada tumbuhan lazim disebut reproduksi vegetatif. Dalam beberapa hal, reproduksi ini menguntungkan karena tidak memerlukan individu lain, sehingga secara langsung dapat menghasilkan keturunannya.

Individu baru (keturunannya) yang terbentuk mempunyai ciri dan sifat yang sama dengan induknya. Individu-individu sejenis yang terbentuk secara reproduksi aseksual dikatakan termasuk dalam satu klon, sehingga anggota dari satu klon mempunyai susunan genetik yang sama.

Reproduksi aseksual dapat dibagi atas lima jenis, yaitu :

1. Fisi
2. Pembentukan spora
3. Pembentukan tunas
4. Fragmentasi
5. Propagasi vegetatif

1. Fisi

Fisi terjadi pada organisme bersel satu. Pada proses fisi individu terbelah menjadi dua bagian yang sama.
Contoh :
- Pada pembelahan sel bakteri.
- Pada Plasmodum, reproduksi dengan fisi berganda, yaitu inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma. Proses ini disebut skizogoni, sel yang mengalami skizogoni disebut skizon.

2. Pembentukan spora

Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru, spora dihasilkan oleh jamur, lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadang-kadang juga dihasilkan oleh bakteri.

3. Pembentukan tunas

Organisme tertentu dapat membentuk tunas, berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. Kemudian tunas ini akan lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu baru. Pembentukan tunas merupakan ciri khas sel ragi dan Hydra (sejenis Coelenterata).

4. Fragmentasi

Kadang-kadang satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih, kemudian setiap bagian akan tumbuh menjadi individu baru yang sama seperti induknya. Peristiwa fragmentasi bergantung pada kemampuan regenerasi yaitu kemampuan memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. Fragmentasi terjadi antara lain pada hewan spons (Porifera), cacing pipih, algae berbentuk benang.

5. Propagasi vegetatif

Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji. Pada proses propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi satu/lebih tanaman baru. Propagasi vegetatif alamiah dapat terjadi dengan menggunakan organ-organ sebagai berikut :

a. Stolon
Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. Contoh: pada rumput teki, rumput gajah dan strawberi.

b. Akar tinggal atau rizom
Rizom adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizom adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas dan antar ruas. Rizom terdapat pada bambu, dahlia, bunga iris, beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe dan kencur.

c. Tunas yang tumbuh di sekitar pangkal batang
Tunas ini membentuk numpun, misalnya: pohon pisang, pohon pinang dan pohon bambu.

d. Tunas liar
Tunas liar terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki bagian meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh: tunas cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dan begonia.

e. Umbi lapis
Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh: tumbuhan lili, tulip dan bawang.

f. Umbi batang
Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. Pada umbi terdapat mata tunas - mata tunas yang
akan berkembang menjadi tanaman baru.
Contoh: kentang dan Caladium.

Reproduksi vegetatif pada tumbuhan di atas terjadi secara alami. Tumbuhan juga dapat dikembangbiakkan secara buatan dengan cara: mencangkok, stek, okulasi, merunduk, kultur jaringan dll.